Senin, 17 Mei 2010

PNPM-Mandiri Perdesaan 2010, Pringsewu Terima 9 Milyar


Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), Kabupaten Pringsewu mendapatkan kucuran dana sebesar Rp.9 Milyar bagi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan tahun 2010. Dana tersebut bersumber dari Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dari pemerintah pusat sebesar 7,2 Milyar, serta sharing APBD sebesar Rp.1,8 Milyar.

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon Kabupaten Pringsewu Syamsul Bachri, dana untuk PNPM-MPd di Kabupaten Pringsewu tersebut, sebesar 75 persen dipergunakan bagi pembangunan infrastruktrur, dan selebihnya 25 persen untuk Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP).

“Untuk PNPM-Mandiri Perdesaan 2010 di Kabupaten Pringsewu dikhususkan bagi 4 kecamatan, masing-masing yakni Kecamatan Sukoharjo, Pardasuka, Pagelaran,serta Gadingrejo,” ujar Syamsul Bachri, pada pembukaan Semiloka SKPD PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Pringsewu di Vila Novi, Way Sekampung, Sukoharjo, Senin (17/5).

Dra.Hanita dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Lampung dalam paparannya menjelaskan, PNPM-MPd memiliki visi untuk Terciptanya Kesejahteraan dan Kemandirian Masyarakat Miskin Perdesaan.

“Tujuannya adalah meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan,” paparnya.

Lebih lanjut Hasnita menjelaskan, dalam kaitan ini pemerintahdaerah harus mendukungkebijakan pemerintah pusat tersebut dan mengalokasikan sebagian dana APBD untuk menjawab masalah kemiskinan dan pengangguran dengan tetap mempertahankan pertumbuhan, dan membuka kemungkinan kaum miskin berpartisipasi dalam proses tersebut.

Pj Bupati Pringsewu Helmi Machmud dalam sambutan yang dibacakan Sekkab Pringsewu Zulkifli Maliki mengharapkan adanya kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mensukseskan PNPM-MPd tersebut.

“Saya berharap para peserta semiloka dapat mengevaluasi program PNPM-MPd ini dan para camat dan fasilitator kecamatan harus bekerja keras guna memenuhi target penyelesaian PNPM-MPd tersebut,” harapnya

Sementara itu, Ketua Panitia Semiloka SKPD PNPM-MPd Khalid Jahasim mengatakan, acara semiloka tersebut diikuti tim koordinasi PNPM-MPd kabupaten (SKPD), para camat, PJOK, tokoh masyarakat, LSM, serta pers, dimaksudkan untuk membangun persamaan persepsi dan keterpaduan dalam pengelolaan program PNPM-MPd.

“Selain itu juga untuk memperkuat komitmen SKPD dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, serta koordinasi lintas sektoral, sehingga diharapkan terintegrasinya program tersebut, dan terumuskannya kesepakatan bersama untuk mensukseskan pelaksanaan seluruh program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat,” kata Kholid. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar