Rabu, 07 Juli 2010

Pengurus HKTI Pringsewu Dilantik



Kabupaten Pringsewu sebagaimana sebagian besar wilayah di Indonesia, adalah sebuah wilayah dengan penduduk yang mayoritas hidup sebagai petani. Berdasarkan kondisi tersebut, maka untuk mencapai peningkatan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan harus diawali dengan peningkatan taraf hidup kaum tani.

Demikian dikatakan Sekkab Pringsewu Zulkifli Maliki mewakili Pj Bupati Pringsewu Helmi Machmud saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Pringsewu periode 2010-2015 di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Pagelaran, Rabu (7/7).

Dikatakan Sekkab, HKTI merupakan wadah penghimpun insan tani Indonesia, dan merupakan arena pendidikan dan pemberdayaan insan tani, dimana sejak didirikan pada 27 April 1973, organisasi ini telah menjalankan peranannya membantu petani dalam rangka mengatasi permasalahan-permasalahan yang di hadapi oleh petani.
“Dalam menjalankan fungsinya, selain harus selalu berpedoman pada hukum dan perundang-undangan yang berlaku, HKTI juga dituntut untuk dapat menyalurkan aspirasi serta menjadi mediator antara kaum tani dengan pemerintah, dalam upaya mewujudkan percepatan pembangunan di Kabupaten Pringsewu,” katanya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, kata Sekkab Zulkifli Maliki, akan selalu memerlukan sinergi dengan HKTI untuk mencapai kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup rakyat, terutama kaum petani.
“Untuk mencapai semua itu perlu adanya kehandalan baik dari Pemda Kabupaten Pringsewu maupun dari HKTI untuk terus melaksanakan tugas dengan baik, yang tentunya tetap berpegang teguh pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sehingga apa yang menjadi visi Kabupaten Pringsewu yakni Terwujudnya Sumber Daya Manusia Kabupaten Pringsewu yang Berkualitas Menuju Masyarakat Sejahtera, dapat tercapai,” ujarnya

Adapun pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Pringsewu periode 2010-2015 yang dilantik oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Zulkifli Maliki sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) adalah Helmi Machmud, didampingi Wakil Ketua Handitya Narapati SZP, Sudarsono, dan Wanawir.
Sedangkan untuk pengurus harian, sebagai Ketua yaitu R.Ningrum, Sekretaris R.Efendi, serta Bendahara Irsyam. Pelantikan DPK HKTI Pringsewu tersebut berdasarkan Keputusan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) HKTI Lampung No.KEP-13/DPP HKTI/LPG/I/2010 yang diketuai dan ditanda tangani oleh Ketua DPP HKTI Lampung Faisol Djausal. (*)

Kamis, 01 Juli 2010

Pelepasan Peserta Muktamar 1 Abad Muhammadiyah

Muhammadiyah Harus Menjadi Bagian Solusi Persoalan Bangsa

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia, dimana nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, sehingga Muhammadiyah dapat juga disebut sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW. Sementara itu tujuan utama didirikannya Muhammadiyah oleh KH Achmad Dahlan adalah guna mengembalikan kemurnian ajaran Islam, dimana Gerakan Muhammadiyah bercirikan semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik.
“Hal ini dibuktikan dengan jumlah lembaga pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah yang berjumlah sangat banyak,” kata Asisten I Setda Kabupaten Pringsewu H.Firman Muntako, S.Sos, mewakili Pj Bupati Pringsewu Ir.H.Helmi Machmud saat melepas peserta dan penggembira muktamar 1 Abad Muhammadiyah asal Kabupaten Pringsewu di pendopo kabupaten, Kamis (1/7).

Dalam pembentukannya, kata dia, Muhammadiyah banyak merefleksikan kepada perintah-perintah Al Quran.
“Dalam menjalankan dakwahnya, Muhammadiyah selalu bergerak secara terorganisasi. Maka dalam butir ke-6 Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah dinyatakan, melancarkan amal-usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi, yang mengandung makna pentingnya organisasi sebagai alat gerakan yang niscaya,” ujarnya.

Sebagai dampak positif dari keberadaan organisasi Muhammadiyah, lanjut Firman Muntako, kini telah banyak berdiri sejumlah rumah sakit, lembaga pendidikan, maupun panti asuhan di seluruh Indonesia yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Keberadaan Muhammadiyah kini tidak hanya sebatas berada di Indonesia saja, melainkan sudah berkembang pesat hingga ke mancanegara.
“Muhammadiyah dalam usianya yang 100 tahun, akan melangsungkan muktamar di kota dimana Muhammadiyah ini dulu lahir. Muktamar Muhammadiyah ini di harapkan tidak hanya sekedar perayaan ulang tahun biasa, namun Muhammadiyah harus semakin mampu menghadapi rintangan dan halangan dalam gerakan dakwah dan pencerahan terhadap dunia karena Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan yang kini warganya tidak hanya di Indonesia.Untuk menyongsong Muktamar Muhammadiyah tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk selalu menjadi bagian dari solusi bagi persoalan yang dihadapi bangsa ini,” ujarnya lagi.

Kepada seluruh warga Muhammadiyah di Kabupaten Pringsewu, terutama yang akan menghadiri muktamar di Yogyakarta, Pj Bupati melalui Asisten I Setdakab Pringsewu berpesan agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjaga nama baik Kabupaten Pringsewu, dan semoga selamat sampai di tempat tujuan, hingga kembali ke Bumi Jejama Secancanan. (*)

Rabu, 30 Juni 2010

Potensi Pariwisata Di Pringsewu


Kabupaten Pringsewu memiliki potensi di bidang pariwisata, yang dapat dikembangkan sebagai salah satu sumber PAD. Tampak sebuah taman rekreasi di ibukota Kabupaten Pringsewu yang ramai dikunjungi masyarakat baik Kabupaten Pringsewu sendiri maupun dari kabupaten sekitarnya.