Bagian Humas & Protokol Sekretariat Kabupaten Pringsewu, Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Pringsewu
Rabu, 28 Juli 2010
Anggota DPRD Lampung Reses Di Pringsewu
Demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu Helmi Machmud dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Zulkifli Maliki, dalam acara reses anggota DPRD Provinsi Lampung, bertempat di aula GSG Kecamatan Pagelaran, Rabu (28/7).
Salah satu kegiatan pembangunan fisik di Kabupaten Pringsewu saat ini, kata dia, diantaranya adalah telah dimulainya pembangunan Pusat Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu yang berada di atas tanah hibah masyarakat di 4 pekon, yaitu masing-masing Pekon Yogyakarta, Kediri, Bulukarto, dan Pekon Bulurejo seluas lebih dari 46,317 hektar, dimana masterplannya sudah disetujui oleh Gubernur Lampung.
“Kabupaten Pringsewu pada tahun 2010 telah menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) di Bidang Pendidikan, yang saat ini sedang dilakukan pekerjaannya untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), Unit Sekolah Baru (USB), dan perpustakaan sekolah,” katanya.
Kabupaten Pringsewu, lanjut dia, merupakan satu-satunya DOB yang mendapat DAK Pendidikan tersebut. Selain itu, Kabupaten Pringsewu juga menerima DAK Bidang Pekerjaan Umum untuk pembangunan tahap awal perkantoran pemda, jembatan maupun jalan, serta DAK Bidang Kesehatan bagi pembangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), dimana saat ini semua pengerjaannya juga sedang dilaksanakan.
“Sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada, tugas sebagai Penjabat Bupati Pringsewu, selain menjalankan pemerintahan dengan membentuk struktur organisasi pemerintahan, adalah memfasilitasi terbentuknya lembaga legislatif DPRD Kabupaten Pringsewu. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu juga telah terbentuk dan para anggota DPRD Kabupaten Pringsewu juga telah dilantik, termasuk saat ini telah terbentuk pula Sekretariat KPUD Kabupaten Pringsewu berikut personilnya, dan tinggal menunggu pengisian anggota atau komisioner,” ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Pj Bupati melalui Sekkab Pringsewu, beberapa tugas pokok dia sebagai Pj Bupati Pringsewu sudah dilaksanakan sehingga tinggal satu agenda lagi yang belum terlakasana, yakni Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) yang pertama.
“Mengingat masa jabatan yang akan berakhir karena memasuki masa pensiun, sehingga agenda Pemilukada pertama di Kabupaten Pringsewu kemungkinan besar akan dilaksanakan oleh Penjabat Bupati selanjutnya,” ujarnya.
Kabupaten Pringsewu hingga usianya yang akan memasuki tahun kedua, lanjut Pj Bupati, sampai saat ini belum dilakukan penyerahan aset dari kabupaten induk (Tanggamus), kepada Kabupaten Pringsewu.
“Kami atas nama Pemkab Pringsewu mengharapkan bantuan dari anggota DPRD Provinsi Lampung kiranya dapat mendorong dan memfasilitasi agar dapat dilakukan penyerahan aset tersebut secepatnya, demi kelancaran dan percepatan pembangunan di Kabupaten Pringsewu,” lanjutnya.
Terkait belum dibayarkan gaji ke-13 bagi di daerah ini, diungkapkannya karena disebabkan Alokasi Dana Umum (DAU) yang diterima Kabupaten Pringsewu jika mengacu kepada jumlah pegawai maupun penduduk Pringsewu masih terdapat kekurangan.
“Untuk itu Pemkab Pringsewu berupaya agar gaji ke-13 tersebut dapat dibayarkan, dengan meminjam dana talangan pihak ke-3, dimana Bank Lampung telah menunjuk Bank Jabar untuk dapat meminjami dana tersebut, dan pihak Kementerian Dalam Negeri juga telah menyetujuinya, dengan persyaratan persetujuan dari pihak legislatif. Untuk itu, agar Pemprov dan DPRD Provinsi Lampung dapat mengupayakan kekurangan DAU tersebut ke pemerintah pusat, agar pembagian DAU ini memenuhi asas proporsional,” tandasnya.
Sementara itu, Koordinator Forum 313 Abdullah Fadri Auli mengatakan, tujuan diadakannya kunjungan reses anggota DPRD Provinsi Lampung yang tergabung dalam Forum 313 ke Kabupaten Pringsewu ini, adalah untuk menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat Kabupaten Pringsewu.
Kegiatan reses anggota anggota DPRD Provinsi Lampung dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pringsewu tersebut, dihadiri sejumlah legislator yang tergabung dalam Forum 313, diantaranya Abdullah Fadri Auli, Darwin Rusli Nur, Firman, Nur Zaeni, M.Yusuf Wibisono, Misri Jaya Latief, Palgunadi, Hari, Hj.Nenden, Hj.Wardiati, Sri Dahliawati, dan Indra Ismail.
“Nantinya hasil reses ini akan kami laporkan ke pimpinan DPRD, yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan masukan ke pihak Pemerintah Provinsi Lampung, guna menentukan arah kebijakan kedepan,” ujarnya.
Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu Drs.Sugesti Hendarto mengatakan, Pemkab Pringsewu menyambut baik diadakannya kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Lampung di Kabupaten Pringsewu.
“Diharapkan para anggota DPRD Provinsi Lampung dapat melihat kondisi ril maupun aspirasi dari masyarakat Pringsewu guna disampaikan kepada pengambil kebijakan yang ada di tingkat provinsi, sehingganya dapat membawa manfaat bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Pringsewu ini,” tambahnya. (*)
Senin, 26 Juli 2010
PWRI Harus Jadi Pengayom Masyarakat
Meskipun anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) sudah dalam kategori lanjut usia, namun potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki anggota PWRI masih dapat memberikan kontribusi, sehingga masih mampu merumuskan ide-ide kreatif dan inovatif, dalam upaya memacu kembali semangat untuk meningkatkan kinerja seluruh jajaran PWRI, baik untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan anggota dan organisasi, maupun dalam membantu pemerintah, dalam upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945.
Hal tersebut ditegaskan Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu Helmi Machmud dalam kata sambutan yang dibacakan Asisten III Setdakab Pringsewu Syahlulsyah, SH, MH dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PWRI ke-48 tingkat Ranting Kecamatan Pringsewu di markas ranting setempat, Senin (26/7).
Ditegaskannya, potensi PWRI dipandang sangat penting untuk diberdayakan terus, karena bila hal ini dapat dilakukan, maka potensi yang dimiliki anggota-anggota PWRI Kecamatan Pringsewu, dapat menjadi sebuah kekuatan yang besar, dalam rangka mengisi pembangunan, baik di pemerintahan maupun sosial kemasyarakatan.
“Saya yakin hasilnya akan mampu membuat pembangunan di Kecamatan Pringsewu khususnya, serta Kabupaten Pringsewu pada umumnya dapat mensejahterakan masyarakat,” katanya.
Melalui momentum peringatan HUT PWRI ke-48 kali ini, kata Pj Bupati, diharapkan segenap pensiunan pegawai negeri baik yang terdaftar secara resmi sebagai pengurus PWRI dan anggota, maupun yang tidak terdaftar, agar senantiasa memposisikan diri sebagal pengayom dan penyejuk dalam masyarakat.
“Semua aktivitas, gerak langkah dan ucapan, diupayakan senantiasa berorientasi kepada hal-hal yang positif, mampu membangun dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan di antara sesama, tidak membedakan suku, agama, etnis dan budaya, dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Apabila misi ini dapat diaplikasikan oleh seluruh anggota PWRI dan seluruh Pensiunan Pegawai Negeri sebagai bagian dari masyarakat, lanjutnya, persatuan dan kesatuan serta kerukunan umat yang bermuara kepada keamanan dan ketertiban daerah khususnya, dan nasional pada umumnya, senantiasa dapat terpelihara.
“Hal ini saya tekankan, mengingat di dalam wadah PWRI inilah, bergabungnya para pemikir, perumus dan pelaksana pemerintahan, pembangunan, serta penggerak pemberdayaan masyarakat, bahkan beberapa di antaranya, sebagai motor penggerak pemikiran inovatif dalam eskalasi pemerintahan di Pringsewu. Hasil karya yang telah dirintis dan dilaksanakan tersebut, saat ini dirasakan manfaatnya, dan memberikan arah serta langkah generasi penerus, di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, maupun di lingkungan Kecamatan Pringsewu, sehingga menjadi lebihmudah dan ringan,” tandasnya.
Ketua PWRI Ranting Kecamatan Pringsewu Syamsudin, BA mengungkapkan, saat ini anggota PWRI yang tercatat di pengurus ranting mencapai 240 orang, sementara yang aktif hanya sekitar 50 persennya saja, dengan kegiatan diantaranya koperasi simpan pinjam, arisan, serta posyandu lanjut usia (lansia).
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar (PB) PWRI Pusat Drs.Rohadi dalam sambutan yang dibacakan pengurus cabang PWRI Kabupaten Pringsewu H.Lestari mengatakan, sebagai sesepuh bangsa, usia boleh saja menyusut namun semangat pengabdian dan tanggung jawab tidak boleh luntur.
“Jadikan momentum HUT PWRI ke-48 yang bertema ‘PWRI Mendorong Pemerintah Untuk mampu Menjamin Kehidupan Tata Tenteram Karta Raharja Bagi Seluruh Rakyatnya’ sebagai tahun perjuangan,” katanya.
Acara peringatan HUT PWRI ke-48 Ranting Kecamatan Pringsewu yang juga dihadiri Kepala Kantor Kesbangpol Linmas Kabupaten Pringsewu Drs.Ben Keda, Kabag Kesejahteraan Sosial Setdakab Pringsewu Yus Amri, S.Sos, jajaran PD PWRI Provinsi Lampung, PC PWRI Kabupaten Pringsewu, dan ratusan anggota tersebut, juga dilakukan ritual pemotongan nasi tumpeng oleh Asisten III Setdakab Pringsewu Syahlulsyah, SH, MH. (*)
Pemkab Pringsewu Senam Bersama
Kegiatan senam bersama dalam rangka ‘Gerakan Nasional Pencegahan Osteoporosis’ digelar jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pringsewu, dan dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pringsewu Drs.Zulkifli Maliki di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Sabtu (24/7).
Dalam kata sambutannya, Sekda Kabupaten Pringsewu Drs.Zulkifli Maliki mengatakan Osteoporosis yang selama ini selalu diidentikkan sebagai penyakit orang tua, ternyata tanpa olahraga yang teratur juga bisa menyerang usia muda.
“Kesibukan dan rutinitas sehari-hari terkadang membuat orang berpikir dua kali untuk melakukan olahraga, karena selain waktu yang sempit, berolahraga dianggap kegiatan yang melelahkan. Padahal dengan olahraga yang teratur, banyak sekali penyakit yang dapat dicegah,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata sekda, kegiatan senam bersama tersebut, sesuai instruksi Ibu Negara Ani Yudhoyono, menjadi awal dari pemikiran kita untuk senantiasa menjaga kesehatan baik secara individu maupun bersama-sama, agar tubuh kita tetap fit dan prima, sehingga dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan lebih maksimal. (*)