Minggu, 25 Juli 2010

Kemendagri Setujui Pringsewu Pinjam Dana Bank Jabar

Terkait rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu melakukan pinjaman dana kepada pihak ke-3 untuk merealisasikan pembayaran gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Pringsewu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Setdakab Pringsewu telah berkonsultasi ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Keuangan Daerah (BAKD) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan diterima oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Penerimaan dan Aset Daerah Doni di Jakarta belum lama ini.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pringsewu Drs.Sugesti Hendarto, dalam pertemuan di Kemendagri tersebut, pihak Ditjen Penerimaan dan Aset Daerah Kemendagri menyatakan persetujuannya atas rencana Pemkab Pringsewu untuk melakukan pinjaman dana kepada pihak ke-3 guna menutupi kekurangan dana di APBD guna membayar gaji ke-13 PNS tersebut.

"Tidak perlu harus menunggu perangkat DPRD definitif terlebih dahulu, yang penting persetujuannya melalui sidang paripurna. Jadi tinggal bagaimana DPRD-nya saja," katanya, menirukan ucapan Dirjen Penerimaan dan Aset Daerah Kementerian Dalam Negeri tersebut.

Kabupaten Pringsewu, kata dia, tidak ada masalah dengan hukum atas anggaran yang ada di APBD Kabupaten Pringsewu.

"Sehingga akan segera dilakukan proses pinjaman dana kepada Bank Jabar, yang telah ditunjuk oleh pihak Bank Lampung, dengan menyertakan surat keterangan tidak ada masalah dengan hukum pada APBD Kabupaten Pringsewu, dengan surat keterangan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokorpimda) Kabupaten Pringsewu," pungkasnya. (*)
Gaji Ke-13 Direalisasikan Secepatnya

Berdasarkan APBD Kabupaten Pringsewu 2010 baik murni maupun perubahannya yang telah disetujui oleh Gubernur Provinsi Lampung, telah menampung untuk pembayaran gaji ke-13 PNS Kabupaten Pringsewu.

Namun demikian, Dana Alokasi Umum (DAU) yang merupakan komponen utama untuk pembayaran gaji PNS yang ditetapkan pemerintah pusat hanya sebesar Rp.220.812.419.000 hanya cukup untuk membayar gaji PNS selama 12 bulan.

“Maka dengan adanya kebijakan pemerintah untuk pembayaran gaji ke-13 PNS, Pemkab Pringsewu mengalami kekurangan dana sebesar Rp.18 milyar,” kata Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu Drs.Sugesti Hendarto, kemarin.

Atas dasar kekurangan anggaran tersebut, kata Sugesti, Pemkab Pringsewu telah melakukan langkah-langkah, diantaranya meminta bantuan gubernur untuk memfasilitasi dengan Pemkab Tanggamus sebagai kabupaten induk, karena sesuai dengan Perpres RI No.53/2009 tentang DAU provinsi, kabupaten dan kota tahun 2010 disebutkan bahwa DAU kabupaten induk (Tanggamus) masih termasuk alokasi DAU daerah pemekaran, serta perhitungan DAU daerah pemekaran dilakukan dengan membagi secara proporsional dengan daerah induk berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah, dan belanja pegawai.

“Pemkab Pringsewu berdasarkan keputusan gubernur Lampung nomor G/457/B.VI/HK/2010 tertanggal 9 Juli 2010 tentang evaluasi rancangan Peraturan Bupati Pringsewu tentang perubahan APBD Kabupaten Pringsewu 2010 akan melakukan pinjaman daerah kepada pihak ke-3 (Bank Lampung atau Bank Jabar) untuk menutupi defisit anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” katanya.

Atas dasar tersebut, lanjut Sugesti Hendarto, gaji ke-13 PNS Kabupaten Pringsewu akan tetap dibayarkan dan direalisasikan kepada PNS, meskipun tidak tepat waktu.

“Untuk itu kepada semua PNS Kabupaten Pringsewu agar dapat bersabar. Yakinlah, gaji ke-13 akan segera direalisasikan secepatnya,” tandasnya. (*)

Kantor Pemkab Kembali Diekspos

Masterplan perkantoran Pemkab Pringsewu, Kamis (22/7) kembali diekspos di hadapan Pj Bupati Pringsewu Helmi Machmud dan jajaran pemkab, anggota DPRD serta tokoh masyarakat setempat bertempat di Hotel Balong Kuring Pringsewu. Masterplan tersebut sebelumnya juga sudah disetujui oleh gubernur Lampung Sjachroedin ZP.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu Sugesti Hendarto, menurut Permen PU No.45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, wujud arsitektur gedung kantor pemerintah harus mencerminkan fungsi sebagai bangunan gedung negara yang seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungan.

“Selain itu harus efisien dalam penggunaan sumber daya pemanfaatan dan pemeliharaan dan memenuhi tuntutan sosial budaya setemat,” ujarnya.

Selain itu, kata Sugesti Hendarto, prinsip bangunan negara sesuai azas perencanaan, bangunan gedung pemerintah hendaknya fungsional, efisien , menarik tetapi tidak berlebihan.

“Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan kepada kemewahan material, namun pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan sosial bangunan, dengan batasan tidak mengganggu produktifitas kerja, biaya investasi dan pemeliharaan bangunan diusahakan serendah mungkin,” katanya.

Dalam rencana pembangunan Kantor Pemkab Pringsewu nantinya, sambung Sugesti Hendarto, secara umum penampilan bangunan kantor bupati sebagai bangunan layanan publik juga menggunakan pendekatan filosofis dengan memahami motto daerah setempat, yakni Jejama Secancanan yang berarti saling bekerjasama , bahu membahu satu sama lain guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat (*)

Kamis, 22 Juli 2010

Sang Juara Kembali ke Bumi Jejama Secancanan



PRINGSEWU – Kembalinya sang juara ke Bumi Jejama Secancanan disambut dengan penuh suka cita oleh seluruh warga. Irfan Haris yang mewakili Indonesia dalam mengikuti International Biology Olimpiad (IBO) di Changwon, Korea Selatan kembali ke Kabupaten Pringsewu dengan berkalungkan medali emas. Hal ini mengundang kegembiraan bagi warga Kabupaten Pringsewu. Baik pemerintah Kabupaten Pringsewu, SMAN 1 Pringsewu —tempat ia bersekolah--, maupun warga masyarakat Kabupaten Pringsewu.

Kedatangan Irfan Haris disambut oleh Gubernur Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Lampung, Rektor Universitas Lampung, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu, beserta Fokorpimda Kabupaten Pringsewu serta masyarakat Kabupaten Pringsewu di Hotel Balongkuring, Rabu (21/7).

Penyambutan tersebut berlangsung meriah dengan meng-arak Irfan Haris dari Balong Kuring menuju SMA N 1 Pringsewu.

Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP, dalam sambutannya yang dibacakan Penjabat Bupati Pringsewu Helmi Machmud mengatakan bahwa kemenangan Irfan Haris dalam Olimpiade Biologi Tingkat Internasional merupakan suatu kebanggaan bagi seluruh masyarakat Provinsi Lampung.

“Prestasi yang diraih siswa kelas XII SMA N 1 Pringsewu ini membanggakan seluruh masyarakat Provinsi Lampung, bahkan Indonesia karena berhasil dengan gemilang menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara Indonesia di dunia internasional”, tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Helmi, keberhasilan yang diraih Irfan Haris diharapkan dapat dicontoh oleh para siswa di Kabupaten Pringsewu.

“Saya yakin masih banyak siswa-siswi di daerah ini yang memiliki kemampuan yang cukup baik, untuk itu agar prestasi yang membanggakan seperti Irfan Haris ini patut dicontoh,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pringsewu Drs. Samsir Kasim, yang ikut mendampingi Irfan Haris ke Changwon,Korea Selatan, mengatakan bahwa di sela-sela kegiatan IBO tersebut beliau beserta rombongan juga sempat mengenalkan Kabupaten Pringsewu, baik potensi alam maupun budayanya kepada beberapa perwakilan negara yang mengikuti IBO.

“Kami juga sempat mengenalkan potensi alam serta kebudayaan yang dimiliki Bumi Jejama Secancanan kepada teman-teman peserta IBO di Korsel, harapannya agar kita di kenal di seluruh dunia, dan nantinya akan ada investor-investor yang tertarik ke Pringsewu”, kata Samsir.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut juga berlangsung launching logo SMA N 1 Pringsewu, penyematan batik untuk siswa SMA N 1 Pringsewu, serta penyerahan kendaraan operasional untuk Kepala SMA N 1 Pringsewu dari alumni dan komite SMA N 1 Pringsewu melalui Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Sugeng P Hariyanto.

Di tempat terpisah Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu Drs. Sugesti Hendarto mengaku sangat bangga dengan keberhasilan Irfan Haris, karena dapat membawa nama baik Kabupaten Pringsewu ke tingkat Internasional.

“Keberhasilan ini semakin menunjukkan Kabupaten Pringsewu yang sejak dulu terkenal sebagai Kabupaten Pendidikan”,tambahnya.(*)