Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu saat ini sedang melakukan terobosan-terobosan guna membayarkan gaji ke-13 kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Daerah Otonom Baru (DOB) tersebut.
Hal tersebut mengingat Dana Alokasi Umum (DAU) yang ada di APBD Kabupaten Pringsewu hanya tercantum untuk membayar gaji pegawai selama 12 bulan.
Menurut Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pringsewu Drs.Sugesti Hendarto, Pemkab Pringsewu sejak 1 bulan lalu telah menyikapinya dengan mengkonsultasikan permasalahan tersebut dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui surat bernomor 900/517/LT.02/2010 tertanggal 15 Juni 2010.
“Intinya melaporkan kepada gubernur tentang keberadaan APBD Pringsewu terkait gaji ke-13 yang belum teranggarkan,” katanya, Kamis (15/7).
Gubernur Lampung melalui surat No.G/457/B.VI/HK/2010 tertanggal 9 Juli 2010, kata Sugesti, menyarankan agar Pemkab Pringsewu melakukan peminjaman kepada pihak ke-3, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No.54 tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah yang harus melalui persetujuan DPRD.
Terkait kapan gaji ke-13 tersebut dapat dibayarkan, ujar Sugesti, tergantung cepat atau tidaknya proses peminjaman kepada pihak ke-3 tersebut, yang juga harus melalui persetujuan DPRD terlebih dahulu, dimana Pemkab Pringsewu akan segera mengirimkan Surat Permohonan Persetujuan Pinjaman kepada DPRD setempat.
“Sesuai hasil rapat jajaran Pemkab Pringsewu tadi (kemarin, red), juga menyatakan bahwa cepat atau lambatnya pembayaran gaji ke-13, tergantung lama atau tidaknya proses persetujuan tersebut didapat. Tetapi yang jelas, hasil rapat tersebut memastikan gaji ke-13 akan dibayakan pada tahun ini juga,” ujarnya.
Diungkapkan pula oleh Sugesti Hendarto, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No.52 tahun 2009, bahwa perpres pengaturan DAU Pringsewu masih menjadi satu dengan Kabupaten Tanggamus (daerah induk), dimana pembagiannya secara proporsional dengan memperhatikan jumlah pegawai maupun jumlah penduduk dan sebagainya.
“Ternyata DAU yang dianggarkan pemerintah pusat untuk Kabupaten Pringsewu jika mengacu kepada jumlah pegawai maupun penduduk masih terdapat kekurangan. Untuk itu Pemkab Pringsewu mengupayakannya melalui persetujuan gubernur juga, agar Pemprov Lampung memfasilitasi dan mengupayakan kekurangan DAU tersebut ke pemerintah pusat, supaya pembagian DAU ini memenuhi asas proporsional sesuai aturan perhitungan yang berlaku,” tandasnya.
Kaitan dengan APBD Perubahan (APBD-P) Kabupaten Pringsewu 2010, ditambahkan pula oleh Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu bahwa di Pemprov Lampung tidak ada persoalan.
“Menurut pihak Pemprov APBD Perubahan Pringsewu 2010 tidak ada masalah, hanya tinggal menunggu aturan pelaksanaannya saja,” pungkasnya. (*)
Bagian Humas & Protokol Sekretariat Kabupaten Pringsewu, Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Pringsewu
Kamis, 15 Juli 2010
Rabu, 14 Juli 2010
Pringsewu Ikuti Lampung Fair 2010
Kabupaten Pringsewu akan mengikuti kegiatan Lampung Fair 2010 di Bandar Lampung, mulai 23 Juli mendatang.
Berbagai potensi yang dimiliki kabupaten berpenduduk 368.318 jiwa yang mendiami wilayah seluas 625 km2 ini, akan ditampilkan melalui stand Kabupaten Pringsewu dalam kegiatan pameran paling bergengsi di Provinsi Lampung tersebut.
Menurut Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu Drs.Sugesti Hendarto, dalam kegiatan Lampung Fair 2010 tersebut, sejumlah potensi yang dimiliki Bumi Jejama Secancanan akan disuguhkan.
“Tujuannya agar masyarakat umum maupun calon investor dapat lebih mengetahui mengenai segala sesuatu tentang Kabupaten Pringsewu maupun potensi yang dimilikinya,” katanya, kemarin.
Dengan mengetahui lebih detail berbagai potensi yang ada di Pringsewu tersebut, lanjut Sugesti, diharapkan dapat menarik minat para investor baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Pringsewu.
“Apalagi Lampung Fair tersebut juga akan dikunjungi para duta besar dari negara- negara sahabat, sehingga bila ada calon investor yang tertarik dan nantinya dapat berinvestasi di Pringsewu tentunya diharapkan dapat memacu pertumbuhan dan kemajuan Kabupaten Pringsewu, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ujarnya.
Sejumlah potensi yang dimiliki Kabupaten Pringsewu, lanjut dia, diantaranya adalah potensi pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, pertambangan, industri kecil, perdagangan dan jasa, serta sejumlah potensi lainnya.
Bahkan, lanjut Sugesti, terkait kegiatan promosi potensi daerah ini, Kabupaten Pringsewu saat ini juga sedang mengikuti Indonesia Expo 2010 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Centre.
“Beberapa hari lalu, bupati beserta para asisten, kabag humas dan sejumlah kepala satker juga sudah meninjau kegiatan tersebut, yang selanjutnya akan diterapkan dalam mengikuti Lampung Fair 2010 mendatang,” ungkapnya.
Kegiatan Lampung Fair 2010 maupun Indonesia Expo tersebut, tambah Sugesti Hendarto, merupakan kesempatan yang bagus untuk memperkenalkan kepada publik baik dalam maupun luar negeri mengenai Kabupaten Pringsewu. (*)
Berbagai potensi yang dimiliki kabupaten berpenduduk 368.318 jiwa yang mendiami wilayah seluas 625 km2 ini, akan ditampilkan melalui stand Kabupaten Pringsewu dalam kegiatan pameran paling bergengsi di Provinsi Lampung tersebut.
Menurut Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu Drs.Sugesti Hendarto, dalam kegiatan Lampung Fair 2010 tersebut, sejumlah potensi yang dimiliki Bumi Jejama Secancanan akan disuguhkan.
“Tujuannya agar masyarakat umum maupun calon investor dapat lebih mengetahui mengenai segala sesuatu tentang Kabupaten Pringsewu maupun potensi yang dimilikinya,” katanya, kemarin.
Dengan mengetahui lebih detail berbagai potensi yang ada di Pringsewu tersebut, lanjut Sugesti, diharapkan dapat menarik minat para investor baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Pringsewu.
“Apalagi Lampung Fair tersebut juga akan dikunjungi para duta besar dari negara- negara sahabat, sehingga bila ada calon investor yang tertarik dan nantinya dapat berinvestasi di Pringsewu tentunya diharapkan dapat memacu pertumbuhan dan kemajuan Kabupaten Pringsewu, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ujarnya.
Sejumlah potensi yang dimiliki Kabupaten Pringsewu, lanjut dia, diantaranya adalah potensi pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, pertambangan, industri kecil, perdagangan dan jasa, serta sejumlah potensi lainnya.
Bahkan, lanjut Sugesti, terkait kegiatan promosi potensi daerah ini, Kabupaten Pringsewu saat ini juga sedang mengikuti Indonesia Expo 2010 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Centre.
“Beberapa hari lalu, bupati beserta para asisten, kabag humas dan sejumlah kepala satker juga sudah meninjau kegiatan tersebut, yang selanjutnya akan diterapkan dalam mengikuti Lampung Fair 2010 mendatang,” ungkapnya.
Kegiatan Lampung Fair 2010 maupun Indonesia Expo tersebut, tambah Sugesti Hendarto, merupakan kesempatan yang bagus untuk memperkenalkan kepada publik baik dalam maupun luar negeri mengenai Kabupaten Pringsewu. (*)
Perkantoran Pemda Pringsewu Siap Dibangun

Proses pembangunan Pusat Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pringsewu yang berlokasi di Pekon (Desa) Yogyakarta, Kediri, Bulukarto, dan Bulurejo Kecamatan Gadingrejo terus berjalan, dimana saat ini sedang dilakukan proses perataan lahan calon pusat perkantoran Pemda Kabupaten Pringsewu tersebut.
Menurut Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pringsewu Drs.Sugesti Hendarto, Pusat Pemerintahan Kabupaten Pringsewu tersebut akan dibangun di lahan seluas lebih dari 46 hektar, yang kesemuanya merupakan tanah bengkok hibah dari masyarakat 4 desa tersebut.
“Selain lahan di Kecamatan Gadingrejo tersebut, Pemda Kabupaten Pringsewu juga telah memperoleh tanah hibah serupa di Pekon Fajaragung, Pringsewu, yang rencannya juga akan dibangun sejumlah fasilitas lain, seperti Islamic Center maupun untuk relokasi RSUD Pringsewu,” katanya.
Terkait pembangunan pusat perkantoran Pemda Kabupaten Pringsewu tersebut, lanjut Sugesti Hendarto, peletakan batu pertama rencannya akan dilakukan oleh Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP pada tanggal 20 Juli 2010 mendatang.
“Bila tidak ada halangan, rencananya Bapak Gubernur Lampung yang akan melakukan peletakan batu pertama pada tanggal 20 Juli nanti,” ungkapnya. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)