Rabu, 14 Juli 2010

HUT Persatuan Wredatama Republik Indonesia

Upacara Tabur Bunga Di Makam Sesepuh PWRI


Peringatan ulang tahun Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Pringsewu, ditandai dengan upacara dan ziarah ke makam sesepuh PWRI di Pekon (Desa) Sukoharjo I, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Rabu (14/7).

Ziarah ke makam tokoh PWRI Bapak Poedjo Djatmiko dan Ibu Sukanti tersebut, dipimpin oleh Asisten III Setdakab Pringsewu H.Syahlulsyah, SH, MH mewakili Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu Helmi Machmud, diawali dengan suatu upacara dan tabur bunga di makam kedua tokoh sekaligus sesepuh pamong praja tersebut.

Asisten III Setdakab Pringsewu H.Syahlulsyah, SH, MH dalam sambutannya mengharapkan seluruh pamong praja atau PNS baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas (pensiun) dapat mengambil hikmah sekaligus meneladani kedua tokoh tersebut, dengan meneruskan langkah perjuangan mereka.

“Utamanya dalam membangun dan memajukan Kabupaten Pringsewu guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan riwayat dan perjuangan Bapak Poedjo Djatmiko yang terlahir di Ngawi, Jawa Timur, pada tanggal 20 Februari 1914, dengan mengenyam pendidikan antara lain di Sekolah Desa (setingkat TK sekarang pada tahun 1919), Vervolleg School (1922), Sekolah Ongko Loro (Angka 2 pada tahun 1924), Enstitute Koot (1925), HIS (1927-1931), HIK (1831-1935), serta ikut ujian persamaan MULO (1932).

Poedjo Djatmiko juga sempat menjadi anggota Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) pimpinan Dr.Sutomo, anggota MMPP yang didirikan Soekardjo Wiryo Pranoto, serta menjadi peserta angkatan pertama program kolonisasi Way Sekampung (Sukaharjo, Pringsewu), sekaligus Lurah pertama di Sukaharjo ( sekarang Sukoharjo), serta menjadi Camat Pagelaran pada tahun 1941, saat masa penjajahan Belanda, dimana pada saat itu jabatan camat adalah Camat Perang, dan daerah Sukoharjo saat itu menjadi pusat pemerintahan Karesidenan Lampung.

Pada saat Indonesia merdeka, Poedjo Djatmiko diangkat sebagai pamong praja (PNS) dan dilantik menjadi Camat Pagelaran, kemudian berturut-turut sebagai Camat Gadingrejo, Camat Metro, Camat Natar, dan Camat Panjang, hingga menjadi Patih di Kotabumi, Lampung Utara.
Sejak tahun 1988, Poedjo Djatmiko menjadi Ketua PWRI Lampung Selatan, kemudian dari 2004-2006 sebagai Penasehat PWRI Tanggamus, hingga wafat pada tahun 2006 lalu di Sukoharjo dalam usia 92 tahun. (*)

Selasa, 13 Juli 2010

Isra Mi’raj Jangan Dijadikan Seremonial Belaka


Peringatan Isra Mi’raj selayaknya tidak hanya dijadikan sebagai momentum seremonial belaka, melainkan menjadi tolak ukur untuk mengintrospeksi diri sampai sejauh mana pencapaian amal agama kita selama ini, agar kelak dapat memberikan yang lebih baik kepada umat manusia.

Demikian ditegaskan Penjabat Bupati Pringsewu H.Helmi Machmud dalam acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pringsewu di pendopo kabupaten setempat, Selasa (13/7).

Dikatakan bupati, peringatan Isra Mi’raj merupakan bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW sebagai pemimpin bagi semesta alam, sehingga dalam tatanan kehidupan, sebagai umat kita dapat melaksanakan semua sunahnya, serta dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk dapat berbuat yang lebih baik.

“Oleh karena itu, saya berharap dengan melaksanakan kegiatan ini kita semua akan dapat menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai contoh teladan dalam menjalankan semua aktivitas di dunia, termasuk dalam menjalankan tugas di tatanan pemerintahan,” kata bupati.

Banyak pelajaran dan hikmah, lanjut bupati, yang dapat dipetik dari peristiwa Isra Mi’raj, yang dapat mendorong kita untuk selalu tabah menghadapi cobaan serta mendorong kita untuk bangkit dan terus berjuang menjadi sebuah kabupaten yang unggul dan maju.

“Rasulullah SAW dalam membangun peradaban Islam di Makkah dan Madinah tidak luput dari ujian, cobaan, dan tantangan. Dengan keteguhan iman, keikhlasan serta kesiapan untuk berkorban, segala ujian, cobaan dan tantangan itu dapat diatasi dengan baik,” kata bupati lagi.

Dalam membangun daerah ini menjadi daerah yang unggul dan maju, ujar bupati, tentunya tidak terlepas dari berbagai cobaan, rintangan dan tantangan yang akan senantiasa dihadapi.

“Maka, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengajak kepada segenap kaum muslimin dan muslimat di Kabupaten Pringsewu tercinta untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa Isra Mi’raj ini, dimana kita harus yakin bahwa masalah-masalah besar yang dihadapi dalam membangun Bumi Jejama Secancanan tercinta menuju masyarakat yang aman, adil, makmur dan sejahtera akan dapat kita atasi,” ujar bupati optimis.

Acara peringatan Isra Mi’raj tingkat Kabupaten Pringsewu tersebut, selain dihadiri jajaran Pemkab Pringsewu, diantaranya Sekretaris Kabupaten Pringsewu H.Zulkifli Maliki, para asisten, serta para kepala satuan kerja dan pegawai di lingkungan Pemkab Pringsewu, juga tampak Ketua dan Wakil Ketua sementara DPRD Pringsewu Ilyasa dan FX Siman, maupun para anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, para tokoh agama, tokoh masyarakat maupun masyarakat Pringsewu lainnya, dengan penceramah KH.Achmad Yani. (*)