Rapat Koordinasi Penataan Ruang Daerah Pringsewu
PRINGSEWU – Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kabupaten Pringsewu menggelar rapat dengan sejumlah satuan kerja (satker) di aula RSUD Pringsewu, Senin (31/5), dibuka Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Zulkifli Maliki.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pringsewu Hasan Basri mengatakan tujuan rapat koordinasi tersebut untuk menyatukan pemahaman terkait penataan ruang daerah Kabupaten Pringsewu.
"Diharapkan pengembangan kawasan prioritas di Kabupaten Pringsewu yang meliputi kawasan lindung, budidaya, strategis, dan kawasan perbatasan dapat tercipta secara terpadu, disamping terkoordinasinya kebijakan tata ruang secara menyeluruh sehingga nantinya dapat tersusun sebuah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pringsewu," kata Hasan Basri.
Endah Wahyuni dari Bappeda Provinsi Lampung menjelaskan dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) harus dilakukan secara terpadu dengan bersinergi dengan lingkungan, dengan memperhitungkan faktor kondisi alam, dengan mengacu kepada RTRW Provinsi dan Nasional.
"Sesuai Perda Provinsi Lampung No.1/2010 tentang RTRW Provinsi Lampung, Pringsewu merupakan salah satu Pusat Kegiatan Wilayah promosi (PKWp) sebagai Pusat Kegiatan Lokal yang direkomendasikan oleh provinsi dalam 5 tahun kedepan menjadi PKW," jelasnya. (*)
Bagian Humas & Protokol Sekretariat Kabupaten Pringsewu, Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Pringsewu
Senin, 31 Mei 2010
APDESI Pringsewu Gelar Istighosah
Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) sebagai wadah aparatur pemerintah desa, selain sebagai tempat untuk bersilaturahmi, dan mempererat tali persaudaraan diantara sesama pemerintah desa, juga merupakan tempat menyalurkan aspirasi aparatur pemerintahan desa, dimana pemerintahan desa merupakan lini terdepan dalam sistem dan struktur pemerintahan. Hal tersebut dikatakan Pj Bupati Pringsewu Helmi Machmud saat menghadiri istighosah yang diselenggarakan APDESI Kabupaten Pringsewu di pendopo kabupaten setempat, Senin (31/5).
Dikatakan Pj Bupati, dalam mekanisme penyelenggaraan pemerintahan, pemerintah desa yang tergabung dalam APDESI merupakan ujung tombak dan unsur terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, karena itu APDESI dituntut untuk lebih aspiratif terhadap anggotanya, serta tanggap terhadap perkembangan situasi dan kondisi kehidupan masyarakatnya.
“Terjadinya perbedaan pandangan dan pendapat dalam era demokrasi saat ini adalah sesuatu yang wajar, sehingga perbedaan pendapat tersebut jangan menjadikan diantara kita saling terpecah belah. Justru sebaliknya, adanya beda pandangan semestinya dapat lebih mewarnai dan mempererat rasa persatuan dan kesatuan,” katanya.
Melalui istighosah ini, Pj Bupati Helmi Machmud didampingi Ketua APDESI Provinsi Lampung Suhardi dan tokoh pemuda Lampung Handitya Narapati SZP, mengajak seluruh elemen masyarakat Pringsewu bergandengan tangan dan bersatu padu dalam membangun Kabupaten Pringsewu dalam rangka mensejahterakan masyarakat.
“Mari kita jadikan istighosah ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahim, sekaligus merenung kembali apa saja yang telah kita perbuat bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut diungkapkan Helmi Machmud, Pemkab Pringsewu telah membagikan Alokasi Dana Pekon (ADP) bagi 96 pekon (desa) se Kabupaten Pringsewu, yang dananya berasal dari APBD Kabupaten Pringsewu sebesar Rp.1,92 Milyar, dimana masing-masing pekon mendapatkan dana sebesar Rp.20 Juta.
“Perlu diketahui bahwa Pemkab Pringsewu adalah yang paling awal dalam memberikan dana ADP dibandingkan kabupaten-kabupaten lainnya di Provinsi Lampung,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua APDESI Provinsi Lampung Suhardi menyatakan kepemimpinan APDESI Kabupaten Pringsewu saat ini sudah baik, dimana salah satunya adalah pembayaran TP-APP bagi aparatur pekon yang sudah dibagikan.
“Sesuai motto APDESI, satu dicubit, semua sakit, dihimbau agar permasalahan interen tidak mencuat kemana-mana,” katanya.
Pada bagian lain, atas nama Gubernur Lampung, Handitya Narapati SZP menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Pringsewu yang telah memberikan dukungan selama ini.
“Insya Allah Bapak Gubernur Sjachroedin ZP akan menjaga dengan baik amanah yang telah diberikan masyarakat,” kata Dadek, sapaan akrab putra ke-3 Gubernur Lampung tersebut.
Terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setkab Pringsewu Sugesti Hendarto mengatakan Pemkab Pringsewu mendukung kegiatan istighosah yang diselenggarakan oleh jajaran APDESI Kabupaten Pringsewu ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. (*)
Bupati Pimpin Apel & Pelepasan O2SN
Pj Bupati Pringsewu Helmi Machmud menghimbau seluruh kepala satuan kerja (satker) agar lebih meningkatkan kembali koordinasi antar satker terutama dalam rangka menggali potensi guna menghadapi pasca berakhirnya bantuan APBD Kabupaten Pringsewu dari Kabupaten Induk Tanggamus dan Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2011.
Hal ini perlu dipersiapkan sejak dini agar Kabupaten Pringsewu dapat selalu menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hal tersebut ditegaskannya saat memimpin apel pagi di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu Senin (31/5) yang diikuti seluruh jajaran satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu.
Seiring terjadinya bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Pringsewu akhir-akhir ini, Pj Bupati Helmi Machmud berharap semua pihak siap siaga dalam mengantisipasi bencana tersebut.
“Kesiap siagaan ini bukan hanya pada kegiatan seremonial belaka, tetapi yang lebih penting, kita semua jajaran aparat birokrasi di Kabupaten Pringsewu, baik Pemerintah Daerah, TNI, Polri maupun masyarakat selalu siap dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi bencana,” harapnya.
Lebih lanjut Pj Bupati Helmi Machmud meminta Camat sebagai perangkat daerah yang berada di wilayah, tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam yang akan terjadi, serta seluruh dinas terkait selalu dalam keadaan siaga serta mengoptimalkan koordinasi secara cepat dan tepat untuk mengamankan serta meminimalisir dampak bencana alam yang mungkin terjadi.
“Periksa kesiapan seluruh peralatan serta dukungan logistik untuk mengantisipasi secara dini apabila terjadi bencana. Kepada seluruh aparatur pemerintah terkait agar dapat menghimbau masyarakat di Kabupaten Pringsewu untuk turut berperan aktif dalam meminimalisir dampak bencana yang mungkin akan terjadi, antara lain dengan gotong royong membersihkan saluran air, selokan serta membersihkan lingkungan sekitar kita,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Pringsewu Helmi Machmud juga melepaskan kontingen Kabupaten Pringsewu yang akan mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD) se Provinsi Lampung yang akan berlangsung 1-3 Juni 2010 mendatang. O2SN tingkat SD tersebut akan mempertandingkan 10 cabang olahraga, yakni Atletik, Senam, Bulutangkis, Tenis Meja, Bola Voli Mini, Pencak Silat, Sepakbola Mini, Renang, Catur dan Karate.
Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setkab Pringsewu Sugesti Hendarto menambahkan O2SN merupakan salah satu agenda tahunan dari Kementerian Pendidikan Nasional dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
“Kegiatan O2SN ini merupakan ajang seleksi bagi para atlet pelajar Lampung, baik tingkat SD maupun SMP, untuk menghadapi O2SN tingkat nasional. O2SN ini diikuti 14 kabupaten/kota, dimana untuk tingkat SD setiap kabupaten/kota mendapat kuota 44 atlet dan ofisial,” tambahnya. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)