Selasa, 04 Mei 2010

Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung



Potensi munculnya konflik-konflik pada tataran elit politik (incumbent) yang mencalonkan diri pada Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) 2010 diperkirakan berdampak pada kinerja pembangunan daerah. Hal tersebut sebagai akibat meningkatnya konflik sosial politik sebagai akses dari pengelompokan secara politik seperti dukungan politik elemen masyarakat kepada calon kepala daerah tertentu. Demikian salah satu pokok pembahasan pada Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung yang dibuka oleh Gubernur Lampung Sjachroedin ZP di Hotel Balongkuring, Pringsewu, Selasa (4/5).

Selain itu, masalah belum terjalinnya koordinasi antara Desk Pilkada Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilihan dengan Desk Pilkada Provinsi juga menjadi bahasan pada rapat yang diikuti seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD Lampung, Polda Lampung, Kejati, Pengadilan Tinggi, Korem 043/Gatam, Lanal Panjang, Lanud Astra Ksetra, para bupati dan walikota, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri se-Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung Sjachroedin ZP dalam kesempatan tersebut memaparkan sejumlah program pembangunan yang akan segera dilaksanakan, diantaranya rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) dan pembangunan jalan tol Babatan-Tegineneng sebagai upaya mengatasi kepadatan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera.

“Begitu pula dengan rencana pembangunan jalur Kereta Api antara Rejosari-Pagelaran, Pringsewu, maupun Rejosari-Metro, dan pembangunan embarkasi Bandara Radin Inten II dengan memperpanjang landasan pacu, yang juga akan segera dilaksanakan,” paparnya.

Penjabat Bupati Pringsewu Helmi Machmud, saat menerima para peserta rapat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung maupun Kabupaten/Kota se-Lampung, mengatakan Kabupaten Pringsewu memiliki kawasan hutan seluas 13.287,24 hektar, yang terdiri dari hutan lindung seluas 7.567,24 hektar dan hutan produksi yang telah dikonversi seluas 5.720 hektar.

“Hutan lindung di Pringsewu masih menjadi satu bagian yang dikelola oleh Kabupaten Tanggamus, karena hingga saat ini belum dilakukan penyerahan aset kepada Kabupaten Pringsewu sesuai amanat UU No.48/2008,” ujar Helmi.

Sementara itu, Bupati Tulangbawang Abdurachman Sarbini dalam kesempatan tersebut mengungkapkan kondisi jalan dan jembatan di daerah tersebut yang cepat rusak karena LHR dan Overweight kendaraan yang tidak sesuai dengan kelas ruas jalan.

“Berkenaan dengan masalah tersebut, Pemkab Tulangbawang telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat melalui surat No.360/634/IV.05/TB/2010 tentang laporan kejadian di Kabupaten Tulangbawang, sebagai antisipasi penanggulangan bencana agar dapat membantu penanganan bencana yang terjadi,” ungkapnya.
Begitu pula dengan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri yang mengharapkan kabupaten/kota yang memanfaatkan daerah tangkapan air (Catchment Area) untuk merealisasikan kompensasi sesuai perjanjian, karena hingga saat ini belum ada realisasinya. (*)

Jumat, 30 April 2010

Seminar Hak Asasi Petani Di Pringsewu


Pelanggaran hak asasi petani meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan penerapan kebijakan neo liberalisme yang yang didorong oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), berbagai kesepakatan perdagangan bebas, dan lain sebagianya.

Kebijakan-kebijakan nasional maupun internasional secara langsung atau tidak memberikan prioritas bagi perusahaan-perusahaan transnasional atau produksi pangan dan perdagangan.

Banyak perusahaan transnasional melakukan pembajakan makhluk hidup dan menghancurkan sumber-sumber genetika dan keanekaragaman hayati yang diolah petani, dimana logika kalpitalis tentang akumulasi modal telah mengacaukan pertanian yang umumnya berskala kecil.

Demikian terungkap dalam sebuah seminar mengenai Hak Asasi Petani yang digelar oleh Serikat Petani Indonesia (SPI) di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jumat (30/4).

Seminar tersebut dibuka oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki, dihadiri sejumlah anggota DPRD Pringsewu, serta menghadirkan sejumlah pemateri, diantaranya Agus Rudi Ardiansyah (DPP SPI), Hartono, S.Sos (Asosiasi Sarjana Ilmu Administrasi), Iqbal Panji Putra (Konsorsium Pembaruan Agraria), dan Suyudi (Aliansi Petani Pringsewu).

Membuka seminar tersebut, Sekkab Pringsewu Drs.H.Zulkifli Maliki mengatakan, kesadaran petani yang terkristalisasi dalam berbagai serikat tani, harus mendapat dukungan semua pihak, karena melalui dukungan serta organisasi yang solid, perjuangan petani menghasilkan dampak yang signifikan.

“Seperti kita ketahui, kehidupan petani dari waktu ke waktu masih memprihatinkan, dimana permainan harga pasar, gagal panen, mahalnya harga benih dan pupuk masih menghantui kehidupan petani,” ujarnya.

Padahal, lanjut sekkab, petani merupakan elemen masyarakat yang mesti mendapat perhatian dan mendapatkan npengakuan atas hak-haknya, karena petani merupakan mayoritas di seluruh dunia, disamping kelangsungan hidup kita secara tidak langsung bergantung pada kerja keras mereka.

“Demi tercapainya pembangunan di bidang pertanian, Pemkab Pringsewu berupaya memberikan yang terbaik, terutama bagi masyarakat petani, dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mempertimbangkan kepentingan masyarakat kecil, termasuk petani, agar kesejahteraan mereka meningkat. Ini memerlukan kerjasama dan koordinasi, serta sinergitas semua pihak,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Ketua Aliansi Petani Pringsewu (APP) Suyudi mengungkapkan, hampir setengah populasi dunia merupakan petani, dimana keamanan dunia tergantung kepada kehidupan petani dan keberlangsungan pertanian.

“Untuk melindungi umat manusia, tentu sangat penting untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak asasi petani. Namun kenyataannya, sejumlah pelanggaran hak-hak petani terus saja terjadi dan mengancam kehidupan manusia,” ungkapnya. (*)

Festival Band Pelajar SMA/SMK Pringsewu Dibuka


Asisten II Setdakab Pringsewu Drs.H.Gatot Susilo, MM mewakili Penjabat Bupati Pringsewu Ir.H.Helmi Machmud, didampingi Kadis Pendidikan Kabupaten Pringsewu Rimir Mirhadi, SH, Jumat (30/4) membuka Festival Band Pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Pringsewu, di halaman kampus STIE Muhammadiyah Pringsewu.

Festival Band SMA/SMK se-Kabupaten Pringsewu tersebut merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu dan STIE Muhammadiyah Pringsewu dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Penjabat Bupati Pringsewu Ir.H. Helmi Machmud dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Drs.H.Gatot Susilo mengatakan, festival musik merupakan sarana yang efektiv guna menyalurkan bakat, kreativitas, dan sportivitas di kalangan generasi muda.

“Festival musik juga merupakan sarana pengembangan bakat, kreasi, dan potensi pelajar yang berbakat di bidang musik, sekaligus untuk mengembangkan kecintaan dan apresiasi terhadap seni dan budaya bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, ketua panitia penyelenggara Purnamasasi mengungkapkan, festival band pelajar SMA/SMK tersebut diikuti sebanyak 28 band SMA/SMK, dan 1 band SMP.

“Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi para pelajar SMA/SMK yang ada di Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya,” ungkapnya. (*)