Selasa, 23 Februari 2010

Bupati Buka STQ Tingkat Kabupaten Pringsewu


Meskipun diwarnai berbagai kekurangan dan keterbatasan, Kabupaten Pringsewu bertekat mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Lampung ke-38 yang akan diselenggarakan di Liwa, Ibukota Kabupaten Lampung Barat, pada bulan April 2010 mendatang.
Sebagai upaya persiapan menghadapi perhelatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyelenggarakan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) selama 2 hari (Selasa-Rabu, 23-24 Februari 2010).

“Karena keterbatasan itulah, maka penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Pringsewu belum dapat diselenggarakan. Namun demikian, jangan membuat kita berhenti untuk tetap menggali potensi di bidang Tilawatil Qur’an. Karena itulah kita menyelenggarakan STQ guna mencari bibit potensi di bidang Tilawatil Qur’an yang akan dipersiapkan untuk mewakili Pringsewu dalam MTQ di Liwa, Lampung Barat, April mendatang,” kata Penjabat Bupati Pringsewu Ir. H. Helmi Machmud, saat membuka STQ tingkat Kabupaten Pringsewu di Pesantren KH. Ghalib, Pringsewu, Selasa (23/2).

Dikatakan Penjabat Bupati Pringsewu, STQ bukan hanya sekedar perlombaan seni baca Al-qur’an semata, namun lebih penting dari itu yaitu sebagai sarana untuk menumbuh kembangkan kecintaan terhadap Al Qur’an untuk ditanamkan dalam hati dan diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya merasa bahagia dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an tingkat Kabupaten Pringsewu ini. Melalui kegiatan ini diharapkan akan dapat mensyiarkan Al-Qur’an dikalangan umat islam Pringsewu,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Penjabat Bupati dengan dikumandangkannya ayat-ayat suci Al-Qur’an, semoga dapat menyadarkan kita untuk kembali kepada nilai-nilai islamiyah yang hakiki sesuai dengan tuntunan yang di ajarkan dalam kitab suci tersebut.

“Kepada para Qori’ dan Qori’ah maupun Hafidz dan Hafidzah semoga dapat meningkatkan kualitas dan pemahamannya terhadap Al-Qur’an, dan dari sini akan tampil Qori’ dan Qori’ah yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Pringsewu di arena MTQ tingkat Provinsi Lampung di Liwa, Lampung Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Pringsewu Drs. H. Zulkifli Maliki dalam laporannya yang dibacakan Asisten I H. Firman Muntako, S.Sos mengatakan berdasarkan surat Keputusan Gubernur Provinsi Lampung Nomor G/60/B.IX/HK/2009, tertanggal 24 September 2009, tentang penunjukan Kabupaten Lampung Barat sebagai tempat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Lampung ke-38, maka Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Pringsewu telah menyusun beberapa agenda kegiatan, yang salah satunya adalah STQ yang sedang dilaksanakan.

“Pada pelaksanaan STQ yang bertema Dengan Pelaksanaan STQ Kita Tingkatkan Kualitas Keimanan dan Ketaqwaan Serta Wujudkan Genereasi Yang Qur’ani ini, cabang-cabang yang akan diseleksi hanya 2 cabang yaitu Tilawatil Qur’an dan Tahfidzul Qur’an. Sedangkan peserta STQ adalah peserta yang telah terdaftar dari kecamatan-kecamatan yang berjumlah 54 orang,” katanya.
Sedangkan, pembinaan peserta MTQ Provinsi hasil STQ Kabupaten Pringsewu ini, lanjutnya, akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang dengan pembina dari unsur Provinsi dan Kabupaten.

“Dengan diadakannya pembinaan yang intensif diharapkan para peserta yang akan mengikuti perlombaan mendapatkan prestasi yang memuaskan dan sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat Pringsewu,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pringsewu Drs.Sugesti Hendarto menambahkan, selama ini saat Pringsewu masih menjadi bagian dari Kabupaten Tanggamus, Pringsewu merupakan lumbung para juara qori dan qoriah yang mewakili Kabupatern Tanggamus dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Lampung.

Dalam acara pembukaan STQ yang baru pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Pringsewu tersebut, selain Penjabat Bupati Pringsewu Ir.H.Helmi Machmud, Asisten I, beserta jajaran Pemkab Pringsewu, juga hadir Plt Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Pringsewu Drs.H.Cipto Budi Utomo, tokoh masyarakat, tokoh agama, undangan, serta puluhan peserta yang berasal dari delapan kecamatan se-Kabupaten Pringsewu.
“Perlombaan tersebut berlangsung meriah namun penuh khidmat,” kata Sugesti. (*)

Senin, 22 Februari 2010

Pemkab Pringsewu Gelar Rakor Muspida Plus


Rapat koordinasi (Rakor) Pemerintah Kabupaten Pringsewu dengan jajaran Uspida Kabupaten Tanggamus/Pringsewu, berlangsung di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Senin (22/2).

Rapat tersebut selain dihadiri Penjabat Bupati Pringsewu Ir.Helmi Machmud dan jajaran, seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, juga dihadiri Kapolres Tanggamus AKBP Deny Pudjianto, S.I.K, MH, Komandan Kodim 0424/TGM Letkol Parada Siringo-ringo, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Pringsewu Atik Rusmiati, SH, Kepala Pengadilan Negeri Kotaagung, Kepala Pengadilan Agama, beserta jajarannya, dan para kepala pekon se-Kabupaten Pringsewu.

Dalam kata sambutannya, Penjabat Bupati Pringsewu Ir.Helmi Machmud mengatakan, dalam upaya melaksanakan percepatan pembangunan di Kabupaten Pringsewu, peran serta dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan. Diantaranya dengan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Oleh karena itu, demi terciptanya suasana yang kondusif dan aman, kegiatan siskamling hendaknya agar digalakkan dan diefektifkan kembali, sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak kriminalitas. Sebab, pembangunan tidak dapat berjalan efektif bila kondisi wilayah dalam keadaan tidak aman,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, secara khusus Pj Bupati juga meminta jajaran kepala pekon dan lurah maupun camat, agar dapat bersama-sama merealisasikan target perolehan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), mengingat realisasi PBB dari tahun 2009 sampai saat ini masih berkisar 36,4%.

“Untuk itu, realisasi tunggakan PBB untuk tahun 2009 agar dapat diselesaikan paling lambat bulan Mei 2010, dan selanjutnya untuk PBB tahun 2010 ditargetkan sudah dapat terealisasi minimal 40 % pada bulan Juli mendatang,” pinta bupati.

Selain itu, lanjut bupati, agar administrasi kependudukan di pekon juga dapat dibenahi dan dilaporkan secara berkala, mengingat hal ini erat kaitannya dengan pendataan mata pilih dalam rangka persiapan pelaksanan pilkada di Kabupaten Pringsewu. Termasuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dimana menurut ketentuan yang ada, hanya dikenakan biaya Rp 5.000.

Dalam kaitan ini, bupati mengingatkan agar aparatur dibawah tidak mengutip biaya tambahan apapun, karena biaya bantuan operasional telah dianggarkan pada DPA masing-masing kecamatan.

“Satu kebahagiaan yang patut saya sampaikan pada kesempatan kali ini, bahwa dalam APBD Kabupaten Pringsewu tahun 2010, telah dianggarkan Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintah Pekon (TPAPP), dan tidak lagi bergantung pada bantuan hibah kabupaten induk, termasuk Alokasi Dana Pekon (ADP), sebesar Rp. 20.juta untuk setiap pekon. Saya berharap agar masing-masing pekon dapat segera menyusun Anggaran Pekon, karena ADP ini merupakan salah satu sumber pendapatan yang harus masuk dalam Anggaran Pekon,” lanjutnya.

Lebih lanjut diungkapkan bupati, Pemkab Pringsewu telah menyiapkan lahan yang akan di peruntukkan bagi pembangunan perkantoran Pemkab Pringsewu maupun sejumlah fasilitas pendukung lainnya, seperti rumah sakit, Islamic centre, termasuk tanah hibah lainnya dari masyarakat bagi pembangunan gedung sekolah, BLK, serta sejumlah fasilitas umum lain, yang kesemuanya berkat dukungan seluruh lapisan masyarakat yang sudi menghibahkan tanahnya untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Pringsewu.

“Untuk masterplan pembangunan perkantoran ini, akan dilakukan ekspos lanjutan di hadapan Gubernur Lampung pada tanggal 25 Februari mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Tanggamus AKBP Deny Pudjianto, S.IK, MH, dalam paparannya mengatakan, angka kriminalitas di wilayah Kabupaten Pringsewu cukup tinggi, terutama didominasi tindak pidana curat (50 kasus), curas (11 kasus), dan curanmor (50 kasus).

“Sekitar 50 persen lebih sudah terungkap,” kata AKBP Deny Pudjianto.
Penyebab terjadinya tindak kriminalitas, kata Kapolres, diantaranya adalah faktor ekonomi, sosial budaya, wilayah yang luas dan sepi, serta tingkat kesadaran hukum masyarakat yang masih rendah.

“Pringsewu yang terdiri dari delapan kecamatan saat ini hanya diback up oleh lima Polsek. Padahal idealnya setiap kecamatan terdapat satu Polsek,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Kapolres Tanggamus, sebagai salah satu upaya meminimalisir tindak kriminalitas diharapkan setiap kecamatan membentuk zona keamanan wilayah (Zona Bebas Kriminalitas).

Sedangkan Komandan Kodim (Dandim) 0424/TGM Letkol. Inf.Parada Siringo-ringo dalam kesempatan yang sama mengatakan perlunya meningkatkan rasa kebangsaan yang diarahkan guna terbentuknya pemahaman masyarakat yang sama terhadap bangsa dan Negara Indonesia.

“Hal ini tercermin dalam pemahaman hak dan kewajiban warga Negara Indonesia dalam membela Negara seperti yang tercantum dalam Pasal 30 UUD 1945,” kata Letkol Inf.Parada Siringo-ringo.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Pringsewu Drs.Sugesti Hendarto menambahkan, rakor antara Pemkab Pringsewu dan jajaran muspida plus tersebut, dilaksanakan guna menselaraskan berbagai program pembangunan di Kabupaten Pringsewu, agar berjalan lancar dan terkoordinir sesuai dengan arah dan tujuan. (*)

Minggu, 21 Februari 2010

Bupati Pringsewu Silaturahmi Dengan Jamaah Haji




Penjabat Bupati Pringsewu Ir.H.Helmi Machmud bersilaturahmi dengan jamaah haji di Hotel Balong Kuring Resor, Pringsewu, Minggu (21/2).