Kamis, 04 Februari 2010

Pemkab adakan Sosialisasi pasar baru


Pringsewu memiliki dua pasar yang akan segera difungsikan. Untuk saat ini baru satu pasar yang berfungsi, sedangkan untuk pasar baru belum. Namun dalam waktu dekat ini pasar baru akan segera difungsikan, terbukti dengan diadakanya sosialisasi kepada masyarakat mengenai penertiban penertiban pengelolaan pasar dan rencana penyerahan pengelolaan pasar baru, yang saat ini masih dikelola oleh koperasi kepada pemda pringsewu.
Pejabat yang hadir dalam acara sosialisasi ini adalah DPRD Tanggamus DP Pringsewu, Bupati pringsewu yang diwakili oleh sekda pringsewu Zulkifli maliki, serta para pejabat kabupaten pringsewu diantaranya asisten 1 bidang pemerintahan firman muntako, kepala dinas koperindag Bahagia saputra, kepala dinas perhubungan suhairi, kabag ekonomi hendrid, kasat Pol PP Khotim, kabag humas dan protocol sugesti hendarto dan pemilik kios pasar baru pringsewu.
Pada acara ini dilakukan Tanya jawab antara pedagang dengan pemerintah kabupaten pringsewu. Dalam tanyajawab tersebut diantaranya ada yang menanyakan tentang kepemilikan tanah. Karna ada tanah yang dibeli koperasi namun sampai saat ini belum lunas pembayaranya dan mengenai limit kapan akan dioperasikan pasar baru pringsewu. Menanggapi hal itu pemerintah Kabupaten pringsewu menjawab, bahwa sekarang diperlukan adalah agar pasar bias berjalan terlebih dahulu. Mengenai hal itu nanti para pemilik tanah yang belum dilunasi akan dipanggil dan dibicarakan setelah pasar baru berjalan. Para pemilik toko dihimbau untuk membuat surat kesanggupan untuk memfungsikan kiosnya dan mengumpulkan fotokopy KTP. Isi dari surat pernyataan itu mengenai bersedia atau tidaknya pemilik toko memfungsikan kiosnya tersebut. Sedangkan kapan dioperasikan pasar baru pringsewu itu tergantung pada pemilik toko dalam memfungsikan kios miliknya sendiri.
Pemerintah pringsewu walaupun sudah menerima penyerahan pengelolaan pasar dari koperasi pasar, tetap akan melakukan pendekatan persuasif terhadap seluruh pedagang pasar supaya pasar baru dapat difungsikan. Oleh karena memang sebenarnya pringsewu sudah membutuhkan pasar tidak hanya satu atau dua pasar saja. Untuk itu pemda pringsewu mengharapkan kesadaran dari seluruh pemilik kios pasar baru yang sumber usahanya mayoritas adalah pedagang, untuk bersama-sama menggelar daganganya di pasar baru

SIDAK DI TIGA DINAS PEMERINTAHAN KABUPATEN PRINGSEWU

Tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Pemkab Pringsewu melakukan inspeksi mendadak ke tiga Dinas Pemerintahan. Tiga Dinas Pemerintahan tersebut adalah Dinas Pendidikan, Bapeda, dan Dinas Lingkungan Hidup. Tujuan Sidak kali ini adalah untuk pembinaan ke Dinas Pemerintahan. Pembinaan kali ini poinnya adalah tentang kedisiplinan pegawai, meliputi atribut pakaian pegawai, pemasangan papan struktur organisasi, dan himbauan program Bupati tentang menanam pohon untuk penghijauan disekitar lingkungan kantor

Hasil sidak tim gabungan GDN yang terdiri dari Assisten III Bapak Syahlul Syah, S.H., Inspektorat Bapak Ir. Ahmad Alwi Siregar, Kepala Pol PP Bapak M. Khotim, Bagian Kepegawaian diwakili Bapak Sahrin, dan Bagian humas diwakili Bapak Wiwid Sutriono, S. Sos., adalah masing-masing Dinas sudah hampir 85% dari apa yang diharapkan. Baik dari kedisiplinan pegawai, pemakaian atribut pakaian pegawai, pemasangan papan struktur organisasi, dan himbauan program Bupati tentang menanam pohon dan penghijauan disekitar lingkungan kantor. Karena dengan lingkungan hijau dan sehat akan mampu pula menciptakan hasil kerja yang sehat dan optimal. Walaupun untuk struktur organisasi masih dalam tahap pembenahan. Dan untuk penanaman pohon dan penghijauan sudah sangat direspon dengan baik. Meskipun ada sebagian kantor dinas yang masih mengontrak mereka tetap menanam pohon walaupun bukan pohon besar, hanya berupa tanaman kecil dan bunga-bunga. Dengan adanya pembinaan dari tim GDN kali ini diharapkan Dinas Pemerintahan dapat lebih mendisiplinkan masing-masing dinasnya. Dengan kelengkapan kedisiplinan atribut bagi semua pegawai akan meningkatkan citra bagi individu pegawai tersebut dan instansinya, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang baik dimasing-masing dinas guna melayani masyarakat untuk membangun Kabupaten Pringsewu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pringsewu.

Rabu, 03 Februari 2010

Pengurus IBI Cabang Pringsewu Terbentuk


Hari ini (3 Feb 10) pengurus daerah Profinsi Lampung IBI melantik pengurus cabang IBI Kbupaten Pringsewu. Hadir dalam acara ini Ibu Risnani selaku ketua pengurus Daerah IBI Profinsi Lmpung, Bapak Drs. Zulkifli Maliki Sekretaris Daerah kabupaten Pringsewu, Ibu Endang Budiarti selaku Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Ibu hj. Maryati, Pengurus Cabang IBI Kabupaten/Kota selampung, dan Bidan se-Kabupaten Pringsewu.
Ibu Fatmawati selaku ketua terpilih pengurus cabang kabupaten Pringsewu dalam sambutanya menjelaskan bahwa beliau akan menjalankan tugas dengan sebaik mungkin dan bekerjasama dengan pemerintah kabupaten pringsewu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimulai dengan menurunkan tingkat kemtian ibu dan bayi oleh bidan. Sehingga masyarakat kabupaten pringsewu merasakan dampak dari bidan selaku tenaga profesi.
Acara yang bertema “Komitmen Bidan Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Bayi Baru Lahir”, Ketua pengurus daerah IBI Profinsi lampung Ibu risnani menjelaskan bahwa IBI yang merupakan satu-satunya organisasi profesi bidan yang ada diindonesia pada desember 2009 IBI Tanggamus telah mengadakan rapat pengurus cabang Kabupaten tanggamus, supaya untuk membentuk pengurus cabang pada Kabupaten pringsewu. IBI memiliki Program unggulan yang telah di launching yaitu bidan delima, dimana bidan tersebut telah dilatih secara professional. Oleh sebab itu diharapkan seluruh bidan di pringsewu nantinya bisa menjadi bidan delima.
Menanggapi semua itu Bapak drs. Zulkifli Maliki selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Menyampaikan Bahwa Memang harus ada kerjasama yang baik antara pemerintah kabupaten pringsewu dengan IBI, demi terciptanya pelayanan terhadap masyarakat yang lebih baik, sehingga tingkat kesehatan masyarakat pringsewu lebih baik. Serta diharapkan kedepanya semua ibu dalam melahirkan harus di tolong di rumahsakit atauoleh bidan. Beliau juga menambahkan perlu ada peningkatan status pendidikan dari bidan karena pemkab akan mendukung serta akan menerbitkan izin belajar bagi para bidan yang ingin melanjutkan pendidikan. Hal ini disampaikan oleh bapak sekda Pringsewu dalam rangka menuju tercapainya misi Indonesia sehat 2014